News
11-10-2011
SBY Ajak PM Thailand Cegah Pencurian Ikan
Jakarta - Indonesia dan Thailand berkomitmen meningkatkan kerjasama bidang agroindustri terutama untuk pertanian dan perikanan. Dua negara saling memiliki keunggulan yang bisa melengkapi satu sama lain.
"Terutama di bidang industri perikanan. Dua negara memiliki keunggulan yang bisa dipadukan," kata PM Thailand Yingluck Shinawatra, dalam keterangan pers bersama Presiden SBY di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/9/2011).
Peluang kerjasama bidang industri perikanan juga disinggung oleh Presiden SBY. Ia berharap agar ada pembicaraan antar pejabat teknis untuk bisa merealisasikan peluang kerjasama tersebut dalam waktu dekat.
"Perikanan merupakan sektor yang menjanjikan. Kita berharap bisa negoisasi untuk kerjasama lebih baik di masa-masa mendatang dan membawa manfaat bersama. Ini untuk kepentingan dua pihak dan mencegah illegal fishing (pencurian ikan)," ujar SBY ditempat yang sama.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, yang ditemui di sela rangkaian acara kunjungan kehormatan PM Yingluck Shinawatra menjelaskan industri perikanan yang akan dibangun bersama Thailand adalah pabrik pengolahan ikan. Sehingga kapal penangkap ikan Thailand
yang beroperasi di Indonesia bisa memproses hasil tangkapannya menjadi produk jadi saat masih di wilayah Indonesia.
"Kita mau mereka tidak cuma menangkap, tapi bikin juga pengolahan ikan di sini. Kita sedang susun MoU dan akan diresmikan dalam waktu dekat," ujarnya.
Lokasi yang ditunjuk sebagai tempat pendirian industri perikanan adalah Tual, Maluku, yang merupakan lumbung ikan nasional. Fasilitas pelabuhan yang sudah ada di sana akan dapat lebih dioptimalkan dengan keberadaan industri perikanan yang didirikan oleh investor Thailand.
"Pelabuhannya sudah ada, itu dari kita. Nanti kapal ikan Thailand bisa merapat untuk mengolah hasil tangkapan. Jadi juga harus ada investasi perikanan, agar tidak terus terjadi illegal fishing," jelas Fadel.
(lh/hen)
link : http://finance.detik.com/read/2011/09/12/145137/1720321/4/sby-ajak-pm-thailand-cegah-pencurian-ikan
"Terutama di bidang industri perikanan. Dua negara memiliki keunggulan yang bisa dipadukan," kata PM Thailand Yingluck Shinawatra, dalam keterangan pers bersama Presiden SBY di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/9/2011).
Peluang kerjasama bidang industri perikanan juga disinggung oleh Presiden SBY. Ia berharap agar ada pembicaraan antar pejabat teknis untuk bisa merealisasikan peluang kerjasama tersebut dalam waktu dekat.
"Perikanan merupakan sektor yang menjanjikan. Kita berharap bisa negoisasi untuk kerjasama lebih baik di masa-masa mendatang dan membawa manfaat bersama. Ini untuk kepentingan dua pihak dan mencegah illegal fishing (pencurian ikan)," ujar SBY ditempat yang sama.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, yang ditemui di sela rangkaian acara kunjungan kehormatan PM Yingluck Shinawatra menjelaskan industri perikanan yang akan dibangun bersama Thailand adalah pabrik pengolahan ikan. Sehingga kapal penangkap ikan Thailand
yang beroperasi di Indonesia bisa memproses hasil tangkapannya menjadi produk jadi saat masih di wilayah Indonesia.
"Kita mau mereka tidak cuma menangkap, tapi bikin juga pengolahan ikan di sini. Kita sedang susun MoU dan akan diresmikan dalam waktu dekat," ujarnya.
Lokasi yang ditunjuk sebagai tempat pendirian industri perikanan adalah Tual, Maluku, yang merupakan lumbung ikan nasional. Fasilitas pelabuhan yang sudah ada di sana akan dapat lebih dioptimalkan dengan keberadaan industri perikanan yang didirikan oleh investor Thailand.
"Pelabuhannya sudah ada, itu dari kita. Nanti kapal ikan Thailand bisa merapat untuk mengolah hasil tangkapan. Jadi juga harus ada investasi perikanan, agar tidak terus terjadi illegal fishing," jelas Fadel.
(lh/hen)
link : http://finance.detik.com/read/2011/09/12/145137/1720321/4/sby-ajak-pm-thailand-cegah-pencurian-ikan